Minggu, 27 April 2008

Ajakan Seorang Teman

Semua orang pasti mempunyai tujuan utama dalam hidupnya disamping tujuan2 kecil atau tujuan jangka pendeknya, Jika seorang manusia tidak mempunyai tujuan dalam hidupnya atau tidak mempunyai cita2 tertinggi maka sebenarnya dia sudah mati, jasadnya memang hidup tapi jiwanya sudah mati. Kalau kita rangkum semua tujuan hidup manusia, intinya mereka semua menginginkan kebahagiaan. Namun wujud dari kebahagiaan itu berbeda-beda tiap orang. Ada yang menganggap bahwa dengan mempunyai harta yang banyak kita bisa mendapatkan kebahagiaan, dengan mendapatkan wanita yang cantik kita akan merasa senang dan bahagia, dengan mendapatkan jabatan yang tinggi kita akan dihormati dan mendapatkan kemuliaan, dengan memiliki ilmu yang tinggi kita akan merasa bahagia dan dihormati orang lain.
Semua orang pasti setuju kalo dikatakan bahwa kebahagiaan itu adalah tenangnya jiwa atau puasnya hati. Tetapi orang akan berpendapat berbeda beda ttg bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan itu. Seperti yang dijelaskan diatas, lalu mana yang benar? Kalau kita bertanya kepada setiap orang pasti jawabannya berbeda-beda karena standar kebenaran mereka berbeda- beda pula. Oleh karena itu kita harus menentukan terlebih dahulu standar kebenaran yang bisa diterima oleh semua orang. Standar kebenaran tersebut harus memenuhi criteria sebagai berikut :
1. Pasti benarnya (100%)
2. Tidak berubah-ubah, tetap dari dulu sekarang sampai nanti ke depan
3. Bersifat universal, dapt diterima oleh semua orang di manapun
4. Dapat diuji

Dari semua criteria diatas hanya AQ yang memenuhi standard kebenaran diatas, kebenaran dalam AQ bersifat pasti karena bukan manusia yang menciptakannya tapi Dzat yang menciptakan manusia, Alloh. “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” (Q.S 2:147) Dzat yang mengetahui segala seluk beluk mengenai ciptaannya, maka sudah pastilah semua yang ada di dalam AQ pasti benarnya.
AQ juga tidak berubah-ubah dari sejak diturunkannya sampai sekarang bahkan Alloh sendiri yang menjamin keaslian AQ ( Q.S ). AQ juga bersifat universal artinya semua orang membenarkan isi AQ bahkan mereka yang memusuhi Islam sekalipun mereka sebenarnya mengakui bahwa AQ itu benar, atau dengan kata lain AQ itu hudallinnas, petunjuk bagi semua manusia. Yang keempat AQ itu dapat diuji, syarat kebenaran adalah bahwa dia dapat diuji, Alloh menantang siapapun juga untuk membuat satu surat semisal AQ dalam Q.S 2:23.

Apabila kita sudah setuju bahwa standar kebenaran yang harus kita gunakan untuk menayakan semua permasalahan adalah AQ. Maka ke depannya kita akan berbicara berdasarkan AQ. Kalo kita kembali ke pembahasan awal tentang kebahagiaan, tentang tenangnya jiwa,tentramnya jiwa, puasnya hati, kita harus bertanya pada AQ apa sebenarnya kebahagiaan sejati itu. Di Q.S 89 : 27-30 :
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.

Dari ayat diatas kita dapat tarik kesimpulan bahwa orang2 yang bahagia, yang jiwanya tenag yang hatinya puas adalah orang orang yang masuk ke dalam syurga. Oh, ternyata kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa masuk surga, berarti itulah yang seharusnya kita jadikan tujuan hidup. Itulah bentuk keridhoan Alloh di akhirat yaitu surga. Atau lebih jelasnya lagi kit abaca Q.S 2 : 207. Di ayat itu dijelskan bahwa yang harus kita tuju di dunia ini adalah bagaimana caranya mendapatkan keridhaan Alloh/surga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar