Selasa, 06 Mei 2008

Kita Telah Dibohongi Selama Ini...!!!!

Pembelokan sejarah adalah bagian dari penjajahan. Kalau kita mau tahu apakah bangsa kita atau khususnya umat Islam sudah merdeka sepenuhnya, bukan sekedar secara de jure, maka lihatlah pelajaran sejarah.

Seandainya sejarah masih mengecilkan peranan umat Islam, ketahuilah bahwa sebenarnya umat Islam masih tertindas.

Lho kok tertindas?

Ya, umat Islam masih tertindah, karena sejarah yang ditulis resmi oleh pemerintah ini memang masih mengecilkan peran dan arti umat Islam. Dan itulah yang dulu dilakukan oleh seorang orientalis Belanda, Dr. Scouck Hurgronje (1857-1936).

Sebagai penasihat militer Belanda, orang ini telah memberikan masukan yang sangat berarti, demi menjatuhkan perlawanan umat Islam Aceh melawan Belanda. Dan pemerintah militer Belanda saat itu memang menjadikannya sebagai rujukan dalam menghadapi perlawanan dan jihad umat Islam.

Ketika negeri kita merdeka, ternyata sejarah yang ditulis tentang umat Islam adalah sejarah versi Snouck ini. Salah satu bentuk pemalsuannya, dia mengatakan bahwa Islam baru masuk Indonesia pada abad ke-13, lewat para pedagang dari Gujarat.

Dan coba ingat-ingat lagi, bukankah memang informasi ini yang ditulis dan diajarkan di sekolah kita?

Padahal Prof. Dr. Buya Hamka, ulama kharismatik dan legendaris dari Sumtera Barat yang menulis tafsir Al-Azhar telah dengan tegas membantah 'hayalan' Snouck. Berdasarkan bukti-bukti yang otentik, ilmiyah dan disepakati para ahli sejarah, Buya Hamka dengan tegas mengatakan bahwa Islam telah sampai ke nusantara sejak abad pertama Hijriyah.

Bahkan Yazid bin Mu'awiyah, salah seorang shahabat atau tabiin, telah menginjakkan kaki di negeri kita. Dan itu terjadi pada abad ketujuh masehi.

Entah apa motivasinya, tapi Diknas masih saja menulis sejarah keliru yang sangat merugikan dan mengecilkan arti umat Islam. Dan kekeliruan itu tetap masih diajarkan hingga sekarang. Tentunya ini menjadi pe-er besar buat generasi muda muslim, yang kini banyak duduk di birokrasi.

Setidaknya harus ada keinginan kuat untuk meluruskan kembali sejarah umat Islam. Sebab yang tertulis dalam buku sejarah, adalah sejarah versi orang yang tidak suka pada agama ini. Dan sayangnya, begitu banyak umat Islam yang memang buta sejarah.

Kurikulum Pendidikan Yang Rancu

Bicara kurikulum pendidikan di negeri kita, harus kita akui masih banyak yang salah dan rancu. Bukan hanya urusan sejarah, bahkan yang sifatnya eksak dan ilmiyah sekalipun, masih saja kita dapati di sana sini yang keliru dan aneh.

Salah satunya adalah dalam ilmu fisika. Selama ini kita mengenal besaran massa dengan ons dan pond. Satu ons sering kita katakan sama dengan 100 gram. Dan satu pond kita kita katakan setara dengan 500 gram.

Tapi salah satu penelitian sederhana menyebutkan bahwa skala itu tidak dikenal dalam dunia ilmu pengetahuan international. Kalau pun dunia international mengenal isitlah ons, yang benar adalah bahwa 1 ounce/ons/onza = 28, 35 gram dan bukan 100 gram.

Demikian juga, dalam skala baku yang dikenal di dunia ilmu pengetahuan, ternyata 1 pound = 453 gram dan bukan 500 gram. Dan 1 pound = 16 ounce (bukan 5 ons).

Bayangkan saja, bagaimana jadinya kalau seorang apoteker lulusan sekolah di negeri kita meracik resep obat yang seharusnya hanya diberi 28 gram, namun diberi 100 gram? Bisa-bisa pasien pada mabok, karena salah racikan.

Jadi memang masih banyak sekali pekerjaan rumah bagi kita. Salah satunya memperbaiki kurikulum pendidikan anak-anak kita di level sekloah dasar dan menengah.

Setidaknya bisa kita lakukan melalui jaringan SDIT yang kini sudah mulai menyebar di berbagai tempat. Jangan sampai kita capek-capek bikin sekola, tapi ujung-ujungnya kurikulumnya tetap saja buatan orang kafir. Jangan sampai kita hanya jago bikin gedung, tapi kurang mengerti bagaimana membuat kurikulum pendidikan yang original, efisien, tepat guna dan bermanfaat.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Selasa, 29 April 2008

Sholat menurut medis Alternatif

Sholat Tahajjud ternyata tak hanya membuat seseorang yang melakukannya mendapatkan tempat (maqam) terpuji di sisi Allah (Qs Al-Isra:79) tapi juga sangat penting bagi dunia kedokteran. Menurut hasil penelitian Mohammad Sholeh, dosen IAIN Surabaya, salah satu shalat sunah itu bisa membebaskan seseorang dari serangan infeksi dan penyakit kanker.
Tidak percaya?
"Cobalah Anda rajin-rajin sholat tahajjud. "Jika anda melakukannya secara rutin, benar, khusuk, dan ikhlas, niscaya and terbebas dari infeksi dan kanker". Ucap Sholeh. Ayah dua anak itu bukan 'tukang obat' jalanan. Dia melontarkan pernyataanya itu dalam desertasinya yang berjudul 'Pengaruh Sholat tahajjud terhadap peningkatan Perubahan Response ketahanan Tubuh Imonologik: Suatu Pendekatan Psiko-neuroimunologi"
Dengan desertasi itu, Sholeh berhasil meraih gelar doktor dalam bidang ilmu kedokteran pada Program Pasca Sarjana Universitas Surabaya, yang dipertahankannya Selasa pekan lalu. Selama ini, menurut Sholeh, tahajjud dinilai hanya merupakan ibadah salat tambahan atau sholat sunah.
Padahal jika dilakukan secara kontinu, tepat gerakannya, khusuk dan ikhlas, secara medis sholat itu menumbuhkan respons ketahannan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit-nya yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping).
Sholat tahajjud yang dimaksudkan Sholeh bukan sekedar menggugurkan status sholat yang muakkadah (Sunahmendekati wajib). Ia menitikberatkan pada sisi rutinitas sholat, ketepatan gerakan, kekhusukan, dan keikhlasan.
Selama ini, kata dia, ulama melihat masalah ikhlas ini sebagai persoalan mental psikis. Namun sebetulnya soal ini dapat dibuktikan dengan tekhnologi kedokteran. Ikhlas yang selama ini dipandang sebagai misteri, dapat dibuktikan secara kuantitatif melalui sekresi hormon kortisol.
Parameternya, lanjut Sholeh, bisa diukur dengan kondisi tubuh. Pada kondisi normal, jumlah hormon kortisol pada pagi hari normalnya antara 38-690 nmol/liter. Sedang pada malam hari-atau setelah pukul 24:00 normalnya antara 69-345 nmol/liter. "Kalau jumlah hormon kortisolnya normal, bisa diindikasikan orang itu tidak ikhlas karena tertekan.
Begitu sebaliknya. Ujarnya seraya menegaskan temuannya ini yang membantah paradigma lama yang menganggap ajaran agama (Islam) semata-mata dogma atau doktrin.
Sholeh mendasarkan temuannya itu melalui satu penelitian terhadap 41 responden sissa SMU Luqman Hakim Pondok Pesantren Hidayatullah, Surabaya. Dari 41 siswa itu, hanya 23 yang sanggup bertahan menjalankan sholat tahajjud selama sebulan penuh. Setelah diuji lagi, tinggal 19 siswa yang bertahan sholat tahjjud selama dua bulan. Sholat dimulai pukul 02-00-3:30 sebanyak 11* rakaat, masing masing dua rakaat empat kali salam plus tiga rakaat. Selanjutnya, hormon kortisol mereka diukur di tiga laboratorium di Surabaya (paramita, Prodia dan Klinika).
Hasilnya, ditemukan bahwa kondisi tubuh seseorang yang rajin bertahajjud secara ikhlas berbeda jauh dengan orang yang tidak melakukan tahajjud. Mereka yang rajin dan ikhlas bertahajud memiliki ketahanan tubuh dan kemampuan individual untuk menaggulangi masalah-masalah yang dihadapi dengan stabil. "jadi sholat tahajjud selain bernilai ibadah, juga sekaligus sarat dengan muatan psikologis yang dapat mempengaruhi kontrol kognisi.
Dengan cara memperbaiki persepsi dan motivasi positif dan coping yang efectif, emosi yang positif dapat menghindarkan seseorang dari stress," Nah, menurut Sholeh, orang stress itu biasanya rentan sekali terhadap penyakit kanker dan infeksi. Dengan sholat tahajjud yang dilakukan secara rutin dan disertai perasaan ikhlas serta tidak terpaksa, seseorang akan memiliki respons imun yang baik, yang kemungkinan besar akan terhindar dari penyakit infeksi dan kanker. Dan, berdasarkan hitungan tekhnik medis menunjukan, sholat tahajjud yang dilakukan seperti itu membuat orang mempunyai ketahanan tubuh yang baik.
Sebuah bukti bahwa keterbatasan otak manusia tidak mampu mengetahui semua rahasia atas rahmat, nikmat, anugrah yang diberikan oleh ALLAH kepadanya. Haruskah kita menunggu untuk bisa masuk diakal kita ???????
Seorang Doktor di Amerika telah memeluk Islam karena beberapa keajaiban yang di temuinya di dalam penyelidikannya. Ia amat kagum dengan penemuan tersebut sehingga tidak dapat diterima oleh akal fikiran. Dia adalah seorang Doktor Neurologi. Setelah memeluk Islam dia amat yakin pengobatan secara Islam dan oleh sebab itu ia telah membuka sebuah klinik yang bernama "Pengobatan Melalui Al Qur'an" Kajian pengobatan melalui Al-Quran menggunakan obat-obatan yang digunakan seperti yang terdapat didalam Al-Quran.
Di antara berpuasa, madu, biji hitam (Jadam) dan sebagainya. Ketika ditanya bagaimana dia tertarik untuk memeluk Islam maka Doktor tersebut memberitahu bahwa sewaktu kajian saraf yang dilakukan, terdapat beberapa urat saraf di dalam otak manusia ini tidak dimasuki oleh darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan darah yang cukup untuk berfungsi secara yang lebih normal. Setelah membuat kajian yang memakan waktu akhirnya dia menemukan bahwa darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak tersebut melainkan ketika seseorang tersebut bersembahyang yaitu ketika sujud. Urat tersebut memerlukan darah untuk eberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat tersebut mengikut kadar sembahyang 5 waktu yang di wajibkan oleh Islam. Begitulah keagungan ciptaan Allah. Jadi barang siapa yang tidak menunaikan sembahyang maka otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal. Oleh karena itu kejadian manusia ini sebenarnya adalah untuk menganut agama Islam "sepenuhnya" karena sifat fitrah kejadiannya memang telah dikaitkan oleh Allah dengan agamanya yang indah ini.
Kesimpulannya : Makhluk Allah yang bergelar manusia yang tidak bersembahyang apalagi bukan yang beragama Islam walaupun akal mereka berfungsi secara normal tetapi sebenarnya di dalam sesuatu keadaan mereka akan hilang pertimbangan di dalam membuat keputusan secara normal. Justru itu tidak heranlah manusia ini kadang-kadang tidak segan-segan untuk melakukan hal-hal yang bertentangan dengan fitrah kejadiannya walaupun akal mereka mengetahui perkara yang akan dilakukan tersebut adalah tidak sesuai dengan kehendak mereka karena otak tidak bisa untuk mempertimbangkan secara lebih normal. Maka tidak heranlah timbul bermacam-macam gejala-gejala sosial Masyarakat saat ini.

Senin, 28 April 2008

“ ARTI HIDUP ”

“Senantiasa Berpikir untuk Apa hidup…
Akan mengontrol laku lampah kita…
Agar hidup tdk sia-sia..
Dunia tempat berada kita saat ini...
Akhirat..tempat kita kembali..’

“..Jika kita ingin kembali kpd ALLAH dalam ridhoNYA..
Maka kita harus beramal apa yang disukaiNYA’
Kita harus mampu mengalahkan diri kita Sendiri..”

“Mampu mengalahkan kemalasan..berbuat amal yang benar..
Mau terus belajar bagaimana menjalani hidup yang benar..
Mau mendengar kata-kata yang benar..
Selalu berusaha untuk berpikir benar..
Berkata benar..
dan bertindak benar.”

Minggu, 27 April 2008

Ajakan Seorang Teman

Semua orang pasti mempunyai tujuan utama dalam hidupnya disamping tujuan2 kecil atau tujuan jangka pendeknya, Jika seorang manusia tidak mempunyai tujuan dalam hidupnya atau tidak mempunyai cita2 tertinggi maka sebenarnya dia sudah mati, jasadnya memang hidup tapi jiwanya sudah mati. Kalau kita rangkum semua tujuan hidup manusia, intinya mereka semua menginginkan kebahagiaan. Namun wujud dari kebahagiaan itu berbeda-beda tiap orang. Ada yang menganggap bahwa dengan mempunyai harta yang banyak kita bisa mendapatkan kebahagiaan, dengan mendapatkan wanita yang cantik kita akan merasa senang dan bahagia, dengan mendapatkan jabatan yang tinggi kita akan dihormati dan mendapatkan kemuliaan, dengan memiliki ilmu yang tinggi kita akan merasa bahagia dan dihormati orang lain.
Semua orang pasti setuju kalo dikatakan bahwa kebahagiaan itu adalah tenangnya jiwa atau puasnya hati. Tetapi orang akan berpendapat berbeda beda ttg bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan itu. Seperti yang dijelaskan diatas, lalu mana yang benar? Kalau kita bertanya kepada setiap orang pasti jawabannya berbeda-beda karena standar kebenaran mereka berbeda- beda pula. Oleh karena itu kita harus menentukan terlebih dahulu standar kebenaran yang bisa diterima oleh semua orang. Standar kebenaran tersebut harus memenuhi criteria sebagai berikut :
1. Pasti benarnya (100%)
2. Tidak berubah-ubah, tetap dari dulu sekarang sampai nanti ke depan
3. Bersifat universal, dapt diterima oleh semua orang di manapun
4. Dapat diuji

Dari semua criteria diatas hanya AQ yang memenuhi standard kebenaran diatas, kebenaran dalam AQ bersifat pasti karena bukan manusia yang menciptakannya tapi Dzat yang menciptakan manusia, Alloh. “Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” (Q.S 2:147) Dzat yang mengetahui segala seluk beluk mengenai ciptaannya, maka sudah pastilah semua yang ada di dalam AQ pasti benarnya.
AQ juga tidak berubah-ubah dari sejak diturunkannya sampai sekarang bahkan Alloh sendiri yang menjamin keaslian AQ ( Q.S ). AQ juga bersifat universal artinya semua orang membenarkan isi AQ bahkan mereka yang memusuhi Islam sekalipun mereka sebenarnya mengakui bahwa AQ itu benar, atau dengan kata lain AQ itu hudallinnas, petunjuk bagi semua manusia. Yang keempat AQ itu dapat diuji, syarat kebenaran adalah bahwa dia dapat diuji, Alloh menantang siapapun juga untuk membuat satu surat semisal AQ dalam Q.S 2:23.

Apabila kita sudah setuju bahwa standar kebenaran yang harus kita gunakan untuk menayakan semua permasalahan adalah AQ. Maka ke depannya kita akan berbicara berdasarkan AQ. Kalo kita kembali ke pembahasan awal tentang kebahagiaan, tentang tenangnya jiwa,tentramnya jiwa, puasnya hati, kita harus bertanya pada AQ apa sebenarnya kebahagiaan sejati itu. Di Q.S 89 : 27-30 :
“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.

Dari ayat diatas kita dapat tarik kesimpulan bahwa orang2 yang bahagia, yang jiwanya tenag yang hatinya puas adalah orang orang yang masuk ke dalam syurga. Oh, ternyata kebahagiaan sejati adalah ketika kita bisa masuk surga, berarti itulah yang seharusnya kita jadikan tujuan hidup. Itulah bentuk keridhoan Alloh di akhirat yaitu surga. Atau lebih jelasnya lagi kit abaca Q.S 2 : 207. Di ayat itu dijelskan bahwa yang harus kita tuju di dunia ini adalah bagaimana caranya mendapatkan keridhaan Alloh/surga.

Doaku pada-Mu

Doa’ku pada-Mu…
Ya…. Robbi…ku bermohon kepada-Mu…
Bimbinglah dan tolonglah hamba selamanya….

Ya….Rabbi….ku bermohon kepada-Mu agar
Setiap apapun amanah yang dating dari¬-Mu …
Sebagai hamba dan khalifah-Mu dapat hamba
kerjakan dan diterima dengan cinta-Mu

Ya….Rabbii…..yang Maha Pemberi ….karuniakanlah
hamba kesadaran hingga mengetahui benar
salahnya apa yang akan dan telah diperbuat dihadapn-Mu….
Jika benar… yakinkan kami dengan benarnya…..
walau semua orang menyalahkannya….
Jika salah dalam pandangan-Mu…..
mampukan kami untuk bertobat dan
kembali menjdi hamba yang benar di hadpanMu…

Ya… Rabbi…..kami mohon agar selamanya
mampu mensyukuri nikmat-Mu dan tidak kufur kepada-Mu